The Wedding Of
TUHAN Allah berfirman: “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadi penolong baginya, yang sepadan dengan dia”. Lalu berkatalah manusia itu: "Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki." (Kej.2:18 ; 23).
Love Story
2021, Met.
Flash Back Tahun 2021, tepatnya Pada bulan Juli di Jemaat Antam Pomalaa menjadi awal perjumpaan kami. mulanya Pertemuan dalam kelas katekisasi berjalan sebagaimana mestinya. Sesekali kami berkomunikasi via chat WA, untuk membahas hal-hal terkait pembelajaran katekisasi.
Tahun 2021, bulan November. Komunikasi diantara kami cukup intens, dalam komunikasi yang ada kami menyadari bahwa terdapat beberapa kecocokan diantara kami.
11 Februari 2022, menjadi moment bagi kami membangun komitmen untuk saling mengenal, saling menjaga dan saling menguatkan dalam menjalankan tanggung jawab masing-masing.
But, Juni 2022 kami harus terpisah oleh jarak, sekalipun tidak begitu jauh Pomalaa-Konawe Selatan tetapi intens perjumpaan kami tidaklah sama seperti sebelumnya.
Tahun 2023, jarak semakin terbentang jauh bagi kami, Konawe Selatan (Sulawesi Tenggara) – Buli (Maluku Utara) Karena tugas dan tanggung jawab kami masing-masing. Di satu sisi bersukacita Karena akan kembali ke tengah-tengah keluarga yang ada di Buli tetapi di sisi lain ada janji yang tertinggal di Sulawesi Tenggara.
16 Mei 2025, kesungguhan dibuktikan. Maluku Utara – Sulawesi Tenggara bukan menjadi penghalang. Bukan hanya kami berdua yang berjumpa tetapi juga sekaligus perjumpaan keluarga dan kami berdua menyatakan kesiapan menuju ke jenjang pernikahan.
3 Tahun 6 bulan (11/02/22 – 12/08/2025), menjadi bentangan waktu bagi kami untuk saling mendoakan, saling mengenal, saling mendukung satu dengan yang lain hingga kami memantapkan hati kami. Kami menyadari sepenuhnya, bahwa keputusan ini adalah keputusan besar. Setelah melalui pelbagai pergumulan dalam hubungan kami. Di hadapan Allah dan disaksikan keluarga, sanak saudara, para sahabat, dan jemaat-Nya kami mengikat janji suci pernikahan kami dengan harapan kami bisa melayani Sang Khalik secara bersama-sama. Segala sesuatu Allah jadikan indah pada waktunya, “apa yang tidak pernah dilihat mata, dan tidak pernah didengar telinga, dan tidak pernah timbul dalam hati manusia, semua disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia”.
RSVP